tahun 1987-1992
uuuhfff...hari pertama masuk sekolah SD.....berangkat pagi2 sekali.di pagi yang masih dingin dan gelap.Aku masih ingat udara dingin begitu menusuk dan berkabut ketika emak masih sibuk memasak di dapur kami yang masih berlantai tanah dengan diterangi lampu templok dari minyak tanah dengan nyala remang-remang.ketika emak membangunkanku dg lembut.mengingatkanku untuk ke sekolah....Air hangat yg disiapkan emak untuk mandi dari sisa habis menanak nasi dituang perlahan-lahan ke bak dari seng yang biasa kami gunakan untuk mandi dan mencuci baju.kamar mandi kami yang berada kira 10 m dari rumah masih menggunakan timba untuk mengambil air.Brrrrr...ternyata masih dingin untuk mandi sepagi ini.
Disekolah
Seragam putih merah dengan sepatu hitam mengkilat.Sekolah kami hanya berjarak 100 meter dari rumah.Status sekolah kami masih Inpress waktu itu,dengan fasilitas yang masih minim.Tidak seperti sekolah sekarang yang memiliki beragam fasilitas yg menunjang.Sekolah kami hanya dibatasi dgn pagar dari semak belukar,rumput liar dan persawahan,tidak memiliki kamar mandi,wc,maupun listrik. Maklumlah desa yang kutinggali berjarak sekitar 35 km dari pusat kota.Jadi tak heran jika kami belum punya listrik,telpon,jalan beraspal ataupun lampu2 jalan.Tapi kami tidak patah semangat,kami yakin suatu saat kami bisa membangun desa tercinta ini. Meskipun hingga kini semua itu hanyalah cita-cita dalam benak kami saja.
Panen
Mayoritas penduduk desa jatigowok (nama desaku) adalah petani termasuk para guru yang mengajar kami di sekolah. Mungkin jika dicari di google map daerah kami sungguh terpencil.Saat waktu panen tiba,teman-teman hanya tinggal sedikit di kelas yang lainnya membantu orang tuanya di sawah.Bahkan tidak jarang ada guru yang mempekerjakan muridnya di sawahnya pada saat jam sekolah,dengan alasan sebagai bentuk hukuman karena tidak mengerjakan pe-er. Sekolahku ada enam kelas dg enam ruang yang masing-masing didepannya ada sebuah pohon waru yg cukup besar untuk menaungi kami yang bermain di jam istirahat.Ada banyak permainan anak yang biasa kami mainkan waktu itu seperti dakon,benteng,kasti,rumah-rumahan dan masih banyak lagi. Rumah-rumahan bukanlah rumah-rumahan barbie seperti anak zaman sekarang.tapi kami mengambil lapisan tanah halus dengan menggunakan kaca,potongan bambu kecil seukuran cutter untuk dibentuk bangunan dengan ruang-ruang. Ahh,masa kecilku yang indah yang akan kuingat sampai kapanpun yang hanya bisa kuceritakan kepada anak cucuku kelak....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar